Tampilkan postingan dengan label unik lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unik lainnya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

Klub Mahasiswa Bugil Agar Perpustakaan Ramai

Klub bugil di perpustakaan

Sudah hampir dua tahun ini, sebuah kelompok mahasiswa di Worcester College, Oxford University, Inggris, menggelar program unik untuk meramaikan perpustakaan. Mereka yang tergabung dalam 'Breakfast Club' itu membuat jadwal rutin membaca atau mengerjakan tugas kuliah di perpustakaan, tanpa mengenakan busana.

Lewat program bertajuk 'Half-Naked Half-Hour', mereka akan menanggalkan balutan busana sebelum membaur dengan para pengunjung perpustakaan. Program tersebut berlangsung selama 30 menit, antara pukul 15.00 sampai 16.00, setiap Rabu.

Program itu bermula dari ide gila pada 2009. Saat itu sejumlah mahasiswa merasa jenuh dengan aktivitas revisi tugas menjelang pergantian semester di perpustakaan. Mereka lalu berpikir untuk menciptakan suasana perpustakaan yang membosankan membuat bosan menjadi arena belajar yang menarik.

Tak disangka, program itu mendapat dukungan sejumlah mahasiswa. Sekitar 40 mahasiswa, pria dan wanita, tergabung di sana. Bahkan, sejumlah pejabat lokal kerap bertandang dalam rangka kunjungan ke universitas-universitas.

Di tengah keberlangsungan program yang mulai menjadi tradisi itu, pejabat komite perpustakaan mengirim surat protes kepada para mahasiswa. Meski perpustakaan menjadi ramai, mereka melihat aksi itu sangat mengganggu pengunjung perpustakaan lain yang memang serius ingin membaca dan belajar.

Dalam emailnya kepada para mahasiswa, mereka memeringatkan bahwa, "Bugil selama setengah jam memang tampak menyenangkan dan tidak berbahaya. Tetapi kami meminta Anda untuk menghentikan aksi tersebut di perpustakaan. Jika terus berlanjut, kami akan meneruskan masalah ini ke Dekan."

Mereka juga memberi teguran keras karena aksi itu dilakukan tanpa izin petugas perpustakaan. "Sangat tidak pantas untuk suatu kelompok melakukan sesuatu di perpustakaan tanpa seizin kami," kata seorang anggota komite perpustakaan, seperti dikutip Daily Mail.

Menanggapi larangan itu, sejumlah anggota 'Breakfast Club' bereaksi tak kalah keras. Mereka justru menuding larangan yang disampaikan komite perpustakaan tak berdasar. Mereka mengklaim bahwa program yang mereka usung telah menjadi sebuah kejutan besar bagi kampus sehingga semakin ramai dikunjungi.
Read More >>

Jumat, 08 Juli 2011

Geger Sayembara Berhadiah Istri Cantik


Sebuah stasiun radio di New Zealand menuai kritik gara-gara menyiarkan program bertajuk 'Win a Wife'. Sesuai namanya, program ini menawarkan hadiah istri cantik bagi pendengar pria yang beruntung.

Seperti dijanjikan dalam situs radio The Rock FM, pemenang akan mendapat tiket perjalanan selama 12 malam ke Ukraina dan uang tunai $2.000 untuk menjemput sang istri dari sebuah agensi pengantin wanita 'Endless Love'.

Hujan kritik tak hanya datang dari lembaga pembela hak-hak wanita, tapi juga komunitas warga Ukraina di New Zealand. Bahkan, mereka juga menerima surat protes dari Kedutaan Ukraina di Australia.

Duta Besar Ukraina di Australia, Valentyn Adomaytis, menganggap program itu telah merendahkan kesakralan pernikahan menjadi bak lelang ternak. Ia meminta lembaga berwenang segera melarang program tersebut demi menghindari trauma sosial dan masalah hukum.

"Kami melihatnya sebagai acara yang tak pantas dengan selera rendahan dan pelanggaran terhadap martabat manusia. Tidak hanya diarahkan pada perempuan Ukraina tetapi bagi seluruh umat manusia," kata Adomaytis dalam suratnya.

Ketua Asosiasi Ukraina di Selandia Baru, Nataliya Poshyvaylo-Tolwer, mengatakan, program tersebut merupakan aksi promosi memalukan bagi negaranya. Program itu seolah mencitrakan Ukraina sebagai tempat wisata untuk mengambil istri.

Menyikapi protes atas program tersebut, The Rock FM bergeming. Program tetap dilanjutkan, walau namanya diganti menjadi 'Win A Trip To Beautiful Ukraine For 12 Nights and Meet Eastern European Hot Lady Who Maybe One Day You Marry'(Menangkan Hadiah Berwisata Gratis ke Ukraina yang Indah Selama 12 Malam dan Bertemu dengan Perempuan Seksi Eropa Timur yang Suatu Hari Bisa Jadi Akan Anda Nikahi)'.
Read More >>

Minggu, 03 Juli 2011

Gokil! 'Trek Hiking' Wisatawan Tanpa Busana!

Kaum nudis atau naturists di Jerman nampaknya masih harus menunggu sekitar satu tahun lagi untuk bisa menikmati lintasan hiking khusus yang mengakomodasi kegemaran mereka berkeliaran tanpa busana. Lintasan berkelok-kelok dan naik turun di Pegunungan Harz itu dijanjikan buka Mei tahun depan.

Trek sepanjang 18 kilometer itu membentang dari Desa Dankerode hingga Bendungan Wippertal di Pegunungan Harz, tak jauh dari Leipzig. Kawasan ini cukup populer sebagai tujuan wisata hiking di Jerman Tengah.

Trek hiking khusus nudis yang dipublikasikan Koran Bild

Heinz Ludwig, pengelola perkemahan setempat yang memimpin proyek tersebut, mengatakan pembangunan trek hiking khusus wisatawan tanpa busana itu masih berlanjut. Di tengah serangan protes warga sekitar, ia yakin keberadaan trek itu akan meningkatkan potensi pariwisata setempat.

Salah satu yang tegas memperlihatkan ketidaknyamanannya atas keberadaan lintasan itu adalah pemerintah kota Appenzeel, Swiss, yang berada di sekitar perbatasan. Sebuah aturan telah dikeluarkan awal tahun ini. Isinya, melarang pejalan kaki tanpa busana memasuki kota tersebut. Yang tertangkap akan mendapat denda £120 atau sekitar Rp1,6 juta.

"Saya rasa ini sebuah strategi promosi pariwisata yang sangat bagus untuk kawasan ini," kata Ludwig usai koran Bild memublikasikan foto dua wanita tanpa busana tengah menikmati lintasan itu. "Akan banyak hal menarik di lintasan itu."

Meski belum resmi dibuka, lintasan itu sudah cukup ramai didatangi para nudis yang tak sabar menikmati sensasinya. Mereka umumnya adalah yang aktif mengikuti perkembangan pembangunan lintasan ini di forum-forum di dunia maya.

Di sepanjang trek dipasangi peringatan khusus bahwa pengunjung kemungkinan akan berpapasan dengan pejalan kaki tanpa busana. "Jika tak ingin melihat orang-orang yang tak mengenakan busana, jangan lanjutkan perjalanan Anda," demikian salah satu peringatan yang terpampang.

Terlepas protes yang terus menyerang, trek hiking itu menuai sejumlah pujian karena telah memberi ruang bagi kaum nudis untuk mengekspresikan diri lebih bebas tanpa mengganggu orang di sekitarnya. Sebab, hanya mereka yang gemar berkeliaran tanpa busana yang akan masuk.

Jeanette Schuchmann, Direktur Deputi Kantor Pariwisata Nasional Jerman untuk Inggris dan Irlandia mengatakan, "Berjalan kaki tanpa busana adalah bagian dari ekspresi masyarakat liberal atau yang memiliki pikiran bebas di banyak negara."

____________

Jeanette Schuchmann, Deputy Director of the German National Tourism Office for Britain and Ireland said, "Walking with no clothes is part of an expression or a liberal society that has a free mind in many countries."

Read More >>