Tampilkan postingan dengan label flora-tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flora-tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Desember 2010

Tanaman Dapat Mengenali Saudara Kandungnya


Berdasarkan penemuan baru yang dilakukan oleh ilmuwan Kanada, tanaman memiliki hubungan sosial yang kompleks dan dapat mengenali kakak dan adik mereka.

Saat ditanam di pot yang sama, tanaman dari induk yang sama saling mengenal satu dengan lainnya dan mengurangi persaingan air dan mineral dengan membatasi jumlah akar yang tumbuh.


Namun apabila berbagi dalam satu pot dengan tanaman lain yang berspesies sama, mereka lebih kompetitif dan menumbuhkan lebih banyak akar untuk menyerap nutrisi lebih cepat, berikut temuan para peneliti.

Para ilmuwan belum sungguh-sungguh memahami bagaimana sebenarnya tanaman dapat saling mengenal satu dengan lainnya, namun telah dapat membuktikan kemampuan tanaman dalam membedakan sesamanya dan menunjukkan pilihan yang lebih disukainya.

Kemampuan mengenal dan merasa pada hewan adalah hal biasa, namun ini adalah pertama kalinya ditemukan dalam tanaman, ujar Profesor Susan Dudley, seorang profesor Biologi di Universitas McMaster, Kanada.

Studi ini memeriksa sifat dari sea rocket , sejenis anggota keluarga mustard yang biasanya terdapat di pantai-pantai dan bukit garam di Amerika Utara.

Studi lebih lanjut sedang dilakukan dan hasil awal menunjukkan bahwa setidaknya dua spesies tanaman menunjukkan kemampuan serupa dalam meng enali sesamanya.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa tanaman dapat melihat tetangganya dengan cara mengamati perubahan panjang gelombang cahaya yang dihasilkan pigmen klorofil hijau di dekat daun tanaman.

Studi lain juga menunjukkan bahwa tanaman merespon dan mengenali satu dengan lainnya melalui jaringan akar dalam tanah.

Hal ini memberikan inspirasi bagi Profesor Dudley untuk meneliti pertalian kekeluargaan dan hubungannya dengan persaingan antar tanaman.

Para pecinta kebun mungkin tertarik pada penemuan ini, yang menyarankan tanaman dengan jenis sama lebih baik dikelompokkan bersama.

Namun Profesor Dudley berkesimpulan: Semakin kita mengetahui proses hidup tanaman, semakin rumit interaksi antara mereka, jadi mungkin akan lebih sulit untuk memprediksi hasil akhirnya saat kalian mencampurkan orang-orang berbeda dalam satu pesta.

sumber:http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=129032
Read More >>

Rabu, 15 Desember 2010

4 Bunga Paling Unik Di Dunia

1. Rafflesia Arnoldi


Tanaman parasit ini memiliki kelopak terbesar di dunia, yang dapat mencapai garis tengah 1 meter. Bunga ini berwarna cerah, dengan bintik bintik putih.

Bau bunga ini busuk dan memiliki bagian tengah seperti mangkuk yang mampu menampung sekitar 5-6 liter cairan. Bunga ini tidak memiliki daun, batang atau akar sama sekali. Hanya tumbuh menumpang di akar pohon inangnya. Bunga ini ternyata native Indonesia lho!


2. Dracunculus Vulgaris




Bunga yang biasanya tampil dengan bau harum, kali ini berbeda sekali. Baunya seperti daging yang busuk terendam di air, dengan bagian tengah bunga yang berwarna hitam keunguan, yang dikelilingi oleh kelopak berwarna kemerahan.


3. Amorphophallus



Secara harfiah, arti dari kata ini adalah "penis tanpa bentuk". Nama ini berasal dari bagian spadix (bagian tengah bunga) yang tampil seperti bentuk penis yang tegak berdiri.


4. Hydnora Africana




Bunga dengan warna kulit ini adalah tanaman parasit yang akan menyerang akar tanaman semak di daerah kering di padang pasir Afrika Selatan.

Bunga yang mekar dengan bau menyengat ini memang bertujuan untuk menarik serangga, terutama kumbang yang biasanya memakan bangkai hewan busuk.

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/4-bunga-paling-unik-di-dunia.html
Read More >>

Selasa, 14 Desember 2010

Air Murni Terbaik Berada Di Tanaman Kaktus Berduri


Peneliti University of South Florida menemukan air murni terbaik ada di pir kaktus berduri. Penghuni gurun ini sangat efektif dalam memindahkan sedimen dan bakteri dari air kotor, dan berita baiknya tumbuhan ini bisa hidup di seluruh dunia.


Penelitian ini bukan yang pertama mendapati kemampuan tumbuhan kaktus itu. Komunitas Meksiko pada abad 19 menggunakan kaktus sebagai perangkat untuk memurnikan air. Lapisan getah yang tebal pada kaktus yang menyimpan air, adalah bagian yang bertanggung jawab untuk memurnikan air tersebut.


Peneliti kemudian menyarikan getah dan menambahkannya ke dalam air yang kotor karena sedimen dan bakteri. Getah mengakibatkan sedimen dan bakteri bergabung, kemudian mengendap di bagian bawah dan memisahkan 98 % bakteri di dalam air.

Peneliti melihat komunitas di negara berkembang menggunakan kaktus di kehidupan sehari-hari mereka. Mereka biasa merebus sepotong kaktus untuk mendapatkan getah kemudian menambahkan getah tersebut ke dalam air, sama seperti yang dilakukan para peneliti.


Namun, masih ada rintangan yang harus diatasi. Sumber daya yang perlu dipersiapkan untuk mengembangkan penyebaran kaktus, dan bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa air yang telah disaring ini benar-benar bebas bakteri.

Jika beberapa masalah ini dapat dipecahkan, maka air yang murah dan bersih dapat dijangkau jutaan orang yang kekurangan sumber daya alam ini.

Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/07/air-murni-terbaik-berada-di-tanaman.html
Read More >>

Penyebab Daun Teratai Tidak Basah


Daun teratai yang hidup pada permukaan air telah terkenal atas fenomenanya yang tidak akan basah, meski daun tersebut diguyuri air pada permukaannya. Hal inilah yang membuat para ilmuwan di China menelitinya, apa penyebab daun teratai yang superhidrofob dapat seperti itu?

Bagian atas daun teratai yang terapung, merupakan contoh permukaan hidrofob yang sudah dikenal, akan menumpahkan air yang jatuh di atasnya. Prinsip ini telah digunakan sebagai sebuah model untuk teknologi, seperti jendela yang membersihkan dirinya sendiri secara otomatis.


Daun teratai ditutupi oleh permukaan kasar yang memiliki tonjolan-tonjolan berlilin, yang menyebabkan air membentuk gumpalan, dan tergelincir jatuh dari daun. Sekarang Lei Jiang dari Akademi Sains Cina di Beijing dan rekan-rekannya telah menemukan, mengapa, meski terapung di atas air, tidak ada sedikit air pun yang mengalir masuk ke dalam daun?

Mikroskop elektron menunjukkan, bahwa di dekat ujung daun, tonjolan-tonjolan berlilin digantikan oleh permukaan halus yang terdiri dari lipatan-lipatan dan alur-alur, sehingga mencegah aliran balik dari tetesan-tetesan air. Ini berarti, bahwa daun tersebut 50% lebih tahan terhadap perendaman, dibanding sebuah daun model yang memiliki permukaan halus.

Jiang menyebutkan, bahwa seperti permukaan daun teratai yang telah menjadi inspirasi untuk membuat permukaan-permukaan superhidrofob, apa yang ditemukan pada batas pinggir daun ini bisa dijadikan sebagai sebuah model dalam aplikasi, seperti tabung atau saluran-saluran mikrofluida yang memerlukan pengaliran keluar, atau penolakan arah aliran air.

Abraham Marmur, seorang profesor ilmu dan teknologi air di Technion-Israel Institute of Technology, Haifa, mengatakan, bahwa,“para peneliti ini seharusnya diberikan penghargaan atas temuannya yang telah membuka sebuah aspek baru dari daun bunga teratai.”


Dengan penemuan ini tentunya, dapat memberi inspirasi baru terhadap ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan superhidrofob ini.

Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/09/penyebab-daun-teratai-tidak-basah.html
Read More >>

Sabtu, 11 Desember 2010

Bunga Kepercayaan Umat Budha Tumbuh 3000 Tahun Sekali


Bunga legendaris Udumbara yang dipercayai umat Budha tumbuh setiap 3.000 tahun sekali ditemukan tumbuh di halaman kantor Radio Erabaru di kawasan Bukit Senyum, Batam. Bunga kecil berwarna putih itu tumbuh di daun pohon jambu air.


Bunga ini mampu tumbuh di berbagai media, seperti daun, batu, baja, kaca, papan, besi, tembaga dan lain-lain. (Tianfu Kwok). Hingga Kamis, 29 April 2010, bunga tersebut masih tumbuh dan bisa dilihat dengan mata telanjang. (Tianfu Kwok)


Bunga Udumbara berukuran kecil kurang dari 0,5 cm, lebih tipis dan lebih halus daripada rambut manusia. (Tianfu Kwok)



Sumber= http://jelajahunik.blogspot.com/2010/10/bunga-kepercayaan-umat-budha-tumbuh.html
Read More >>

Ternyata Bunga Dapat Tumbuh Di Pipa Besi


Seorang pria Cina dilaporkan menemukan sejumput bunga tumbuh di sebatang pipa besi di kebun sayur-sayurannya. Kakek Ding mengatakan kepada Sohu News : "Aku sedang membersihkan pipa-pipa besi, lalu tanpa sengaja tanganku menyentuh sesuatu yang lembut."

Ding mengatakan bahwa ia sangat terkejut menyaksikan sejumput bunga putih tumbuh di permukaan besi yang halus. "Batang bunganya lebih halus daripada rambut manusia. Semuanya ada 38 bunga putih." Katanya. Setiap bunga memiliki diameter sekitar 1mm.

Bukan hanya tumbuh, bunga-bunga tersebut menunjukkan tanda-tanda kehidupan lainnya. Pada pagi hari, kelopak bunganya memekar, lalu menutup pada siang hari ketika cahaya matahari menjadi lebih terik.

"Tidak ada tanah, tidak ada air, bunga ini mungkin bisa membawa keberuntungan bagiku," Kata kakek Ding.

Para tetangga kakek Ding percaya bahwa bunga-bunga tersebut adalah bunga legendaris Youtan Poluo yang berkembang sekali setiap 3.000 tahun (berlebihan kali ya).

Sumber= http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/bunga-tumbuh-di-pipa-besi.html
Read More >>

Rabu, 08 Desember 2010

Mengapa Daun Berubah Warna Ketika Datangnya Musim Gugur?

Daun mendapatkan warna hijaunya yang biasa dari klorofil, pigmen yang ditemukan di sel-sel tumbuhan. (Pigmen adalah zat apa saja yang dapat menyerap sinar tampak). Klorofil menyerap sinar matahari dan menggunakan energinya untuk membuat makanan bagi tumbuhan. Tetapi di musim gugur, daun-daun pohon kehilangan warna hijau cerahnya. Daun-daun poplar menjadi keemasan, pohon maple gula (sugar maples) menjadi merah menyala. Perubahan warna ini berarti terjadi perubahan kimia dalam dedaunan : Sesuatu yang terjadi pada klorofil itu.


Saat musim panas berubah menjadi musim gugur, setiap pohon mulai mempersiapkan diri untuk musim dingin. Zat-zat makanan bergerak lambat keluar dari dedaunan dan masuk ke dahan-dahan, batang dan akar pohon, di mana mereka tersimpan aman di tengah udara dingin membeku nanti. Ketika musim semi tiba, pohon akan menggunakan zat-zat makanan ini untuk menumbuhkan daun-daun baru.


Saat zat-zat makanan keluar, dedaunan berhenti membuat klorofil. Klorofil yang tersisa di daun berangsur-angsur terurai, yang memungkinkan pigmen-pigmen lain keluar dari persembunyiannya. Di beberapa pohon, pigmen kuning dan jingga yang keluar. (Ini termasuk karoten, zat kimia yang membuat wortel bewarna oranye.) Jadi, daun pohon birch dan hickory berubah kuning mentega saat klorofilnya memudar.

Daun pohon-pohon lain berubah menjadi berbagai nuansa merah yang cantik. Warna merah tua merah anggur, dan keunguan di beberapa daun disebabkan oleh pigmen yang disebut anthocyanin.Pigmen ini juga mewarnai radish (lobak merah) dan kubis merah, mawar dan granium.


Tidak seperti karote dan pigmen kekuningannya lainnya, anthocyanin bahkan tidak ada di daun sampai musim gugur. Zat kimia ini terbentuk ketika udara menjadi sangat dingin. Perubahan warna daun-daun itu kebanyakan diwariskan, seperti warna rambut kita. Tetapi apakah warna ini jadinya kusam atau cerah tergantung pada cuaca.


Nuansa paling pekat dan cemerlang terjadi setelah beberapa minggu cuaca musim gugur yang sejuk dan cerah. Sebagai contoh, ketika suhu turun menjadi antara 0o dan 7oC, lebih banyak anthocyanin terbentuk. Cuaca ideal untuk dedaunan yang mempesona ditemukan di tempat-tempat seperti Vermont, AS. Di Inggris, di mana cuaca musim gugur berhujan dan lebih hangat, dedaunan mungkin berubah menjadi kuning atau coklat kusam.

Sumber :  http://the-unixblog.blogspot.com/2010/11/mengapa-daun-berubah-warna-di-musim.html 
Read More >>

Jumat, 26 November 2010

Tembakau Berusia 2,5 Juta Tahun Ditemukan Paleontolog Peru

Fosil tembakau di utara Amazon yang berasal dari jaman Pleistocene, yang berusia 2,5 juta tahun yang lalu, ditemukan oleh Paleontolog di Peru.

Tembakau tersebut berukuran 30 sentimeter dan ditemukan oleh para ilmuwan dari Meyer-Honninger Paleontology Museum di sungai Maranon, yang berlokasi di timur laut Peru. Demikian seperti yang dikutip dari AFP, Senin (22/11/2010).

"Penemuan ini memungkinkan kita untuk memperkirakan usia tanaman tersebut, yakni ketika masih hidup di jaman Pleistocene yang berlokasi di timur laut Peru," ujar pihak dari museum.

Para ilmuwan mengatakan, bahwa tembakau dihisap dan dikunyah oleh penduduk asli Amerika, jauh sebelum para penjelajah Eropa datang di abad ke-15.

Ilmuwan-ilmuwan tersebut juga mengatakan, tembakau juga digunakan untuk pengobatan, mulai dari tetes mata, sampai bagian pencernaan, dan juga untuk upacara keagamaan, seperti meniupkan asap ke para pejuang sebelum pergi ke medan pertempuran.


Sumber= http://siradel.blogspot.com/2010/11/tembakau-berusia-25-juta-tahun.html
Read More >>